akupuntur info

Monday, February 06, 2006

akupuntur untuk nyeri haid

Nyeri Haid, Minum Obat atau Akupuntur ?
NYERI haid atau dismenore, nyeri yang bersifat cramping (dipuntir-puntir), di bagian bawah perut, punggung bawah bahkan sampai paha. Nyeri ini timbul besamaan dengan haid, sebelum haid atau bisa juga segera setelah haid.

Ada dua jenis nyeri haid, yaitu primer dan sekunder. Pembagian ini atas dasar sudah diketahui sebabnya dan yang belum diketahui sebabnya. Pada yang primer biasanya terjadi pada umur kurang 20 tahun dan biasanya bisa hilang bila yang bersangkutan hamil. Sebaliknya yang sekunder terjadi pada umur lebih 20 tahun dan biasanya dijumpai adanya kelainan pada alat kelamin dalam, seperti infeksi, tumor atau perlekatan.

Kecenderungannya

Andersh dkk (1982) melakukan penelitian di Swedia yang menyatakan sekitar 72% dari 596 gadis umur 19 tahun menderita nyeri haid primer dan 15% diantaranya sangat berat sehingga memerlukan pengobatan menghilangkan nyeri. Seiring dengan semakin canggihnya peralatan diagnostik, nyeri haid yang semula termasuk primer (yang belum diketahui sebabnya) saat ini sudah semakin banyak diketahui sebabnya. Seperti apa yang telah dilaporkan oleh Sundell dkk (1994), yakni sekitar 84% dari 1.278 gadis umur kurang 20 tahun yang menderita nyeri haid sekunder alias sudah diketahui sebabnya.

Pengobatan

Pada prinsipnya pengobatan untuk nyeri haid adalah eliminasi penyebab patologis terjadinya nyeri terutama pada kasus nyeri haid sekunder. Sedangkan pada nyeri haid primer cukup pemberian obat penghilang rasa nyeri. Obat penghilang rasa nyeri sampat saat ini sangat banyak macamnya mulai dari yang betul-betul hanya menekan rasa sakit sampai yang juga mempunyai pengaruh antiprostaglandin dan non steroid. Sayangnya, berdasar kajian teoritik sampai saat ini obat penghilang rasa nyeri belum ada yang ''aman'' terutama bila diminum dalam waktu yang lama.

Padahal kebutuhan penggunaan obat ini tentunya jangka lama. Biasanya nyeri haid primer diderita ketika umur kurang 20 tahun. Sebagai contoh seorang gadis umur 14 tahun sudah mendapatkan haid dan sangat nyeri waktu haid. Penderitaan ini diperkirakan akan dialami selama 10 tahun. Bisa dibayangkan berapa tablet yang harus diminum setiap haid selama 10 tahun? Betapa menderitanya? Juga berapa biaya yang diperlukan? Serta kehilangan waktu berapa sewaktu haid sakit? Apakah benar-benar tidak ada efek yang merugikan?

Tusuk Jarum

Menyimak beberapa masalah yang timbul tersebut, memaksa kita untuk mencari alternatif penghilang nyeri lain yang jelas tidak berdampak merugikan, bila dipakai dalam jangka lama. Misalnya tusuk jarum atau akupuntur. Masalahnya apakah tusuk jarum atau akupuntur dapat dipakai untuk menghilangkan nyeri haid? Bagaimana caranya dan apa efek yang timbul?

Penyebab nyeri haid menurut Traditional Chinese Medicine (TCM) adalah ketidakseimbangan aliran Qi (baca: Cii) dan darah. Menurut konsep tersebut, agar kesehatan dapat terpelihara aliran Qi harus mengalir dengan energi dan kualitas yang tepat.

Qi sendiri mengalir diantara organ melalui kanal yang disebut meridian yang terletak superfisial dan posisinya longitudinal. Seluruhnya ada 12 meridian utama yang bertanggung jawab pada 12 fungsi pokok atau ''organ'' badan.

Ketidakseimbangan tersebut karena faktor Qi yang tersumbat darah membeku, dingin-lembab yang menimbulkan penyumbatan, defisiensi Qi darah dan menurunnya fungsi lever-ginjal.

Tusuk jarum atau akupuntur dapat membantu mengatasi nyeri haid golongan primer. Penusukannya secara serial sebagai satu sesi dengan waktu penusukan 7-10 hari sebelum masa haid satu periode. Untuk nyeri haid dilakukan selama 3 sesi yaitu 3X periode haid. Ada 2 kelompok titik penusukan yakni kelompok titik penusukan utama dan kelompok titik penusukan tambahan (lihat gambar).

1. Titik-titik penusukan utama meliputi: Perut (Guan Yuan), Kaki (Yin Ling Quan), jari kaki (Dai Zhong).

2. Titik-titik penusukan tambahan disesuaikan dengan keluhan sekunder. Misalnya adanya keluhan dingin ditambahkan tusukan di bagian perut: Qi Hai+ Moxa.

Keluhan nyeri haid yang ditangani dengan akupuntur biasanya membaik sehingga tidak memerlukan akupuntur tambahan setelah sesi ke 3.

Dengan dikembangkannya upaya penghilangan nyeri sewaktu haid melalui upaya tusuk jarum atau akupuntur, tidak mempengaruhi proses metabolik ataupun fungsi organ lain. Maka patut dipertimbangkan penggunaannya metoda tersebut. Apalagi bila dibandingkan dengan pemakaian obat antisakit untuk jangka lama, yang jelas akan membawa pengaruh atau efek samping yang tidak menyenangkan.(DR. dokter RM. Widjajanto, SpOG dan Tjoe Djin Sia,Ahli Traditional Chinese Medicine Klinik Hoo Semarang-35)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home